aru

selamat datang di blog Aru Hitoribotchi De Iru

Sabtu, 16 Maret 2013

troubleshooting



Troubleshooting

Pengertian troubleshooting
Dalam dunia Komputer segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan Komputer disebut troubleshooting. Timbulnya sebuah masalah dalam Komputer tentu saja ada sebabnya.
Untuk permasalahan software sebaiknya lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan software atau spesifikasi permintaan ( requirement ) dari software. Apabila permasalahan cukup rumit, Sebaiknya install ulang software terssebut, Karena akan terlalu rumit jika memperbaiki sebuah software.
Teknik dalam troubleshooting
                Ada dua macam teknik menditeksi permasalahan dalam Komputer, yaitu teknik forward dan teknik backward.
Teknik forward
                Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak Komputer dirakit. Teknik ini biasanya hanya digunakan oleh orang-orang dealer Komputer yang sering melakukan perakitan Komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum Komputer dinyalakan ( dialiri listrik ). Untuk lebih mudah mengetahui teknik ini pahami contoh berikut.
                Setelah Komputer selesai dirakit, maka lakukan pmeriksaan pada semua Hardware yang telah dipasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Powe Supply ke soket power pada Motherboard.
                Untuk cassingATx, kita periksa apakah kabelpower switch sudah terpasang dengan benar.
Teknik backward
                Teknik backward adalah teknik untuk menditeksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik ). Teknik ini lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbum stelah “jam terbang” pengguaannya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Misalnya, komputer tidak mau menyala saat tombol power pada cassing ditekan.
Tabel pendeteksian masalah
                Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer anda, maka bacalah tabel berikut.




No
Komponen
Pendeteksian
1
Power Supply

2
Motherboard
Analisis Pengukuran
3
Speaker

4
RAM

5
VGA Card
Analisis Suara
6
Keyboard

7
Card I/O
Analisis Tampilan
8
Disk Drive


Analisis Pengukuran
Pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listik pada komponen nomor 1 sampai 3. Untuk mengukur tegangan yang diterima menggunakan alat bantu seperti multitester atau diberikan komponen terseebut.
Contoh:
Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supplay, lalu megukur tegangan yang diberikan oleh Power Supplay ke komputer lainnya.
Analisis Suara
Pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemmungkinan letak permassalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, bacalah keterangan berikut.
Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau setting pada CMOS.
Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau RAM.
Bunyi beep panjang 1 kali  dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada keyboard.
Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah pnerimaan tegangan (power).
 Pada beberapa merek Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu panas.
Analisis Tampilan
Pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak prmasalahan ada di komponen no 6 sampai 9.
Cara cepat mengenali Troubleshooting
Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen no 6 sampai 9, yaitu keyboard, card I/O, dan Disk Drive.
Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada pada komponen no 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card, dan Monitor.
Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen no 1 dan 2, yaitu Power Supplay dan Motherboard.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar